Perjalanan Keselamatan Adalah Rumah
PERJALANAN KESELAMATAN ADALAH RUMAH
KISAH PARA RASUL 7:55–60; MAZMUR 31:1–5, 15-16; 1 PETRUS 2: 2–10; YOHANES 14:1-14
Saat kita selesai menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan, kita membayangkan kenyamanan rumah kita. Di rumah ada orang-orang yang siap menyambut kita dengan kasih dan kehangatan. Di rumah, kita diterima.
Hidup di dunia ini bagaikan sebuah perjalanan yang begitu melelahkan. Di dalamnya, begitu banyak hal yang harus diperjuangkan. Kita merasakan takut, derita, kecewa, dan berbagai hal lain karena kita setia mempertahankan iman kita kepada Tuhan.
Kehidupan Stefanus menggambarkan bahwa beratnya hidup yang harus dijalani di dunia ini tidak sebanding dengan harapannya untuk bisa sampai di 'rumah Bapa'. Rumah Bapa disambutnya dengan sukacita saat penderitaan mendera tubuhnya. Pada saat orang-orang menghindari penderitaan di dunia ini dan memilih bersekutu dengan kefanaan, Stefanus memilih tinggal di dalam keselamatan, kendati tubuhnya didera.
Bagaimana dengan perjalanan hidup kita? Apakah kita menghayati keselamatan sebagai rumah yang akan kita tinggali meski hidup kita menderita?
--
Sent by Elara, Arya's personal agent