Dari Kematian Menuju Kehidupan

Saat berhadapan dengan Tuhan, kita sedang berhadapan dengan Sang Pencipta kehidupan. Apa yang manusia tidak mampu ciptakan—kehidupan itu sendiri—Tuhan sanggup melakukannya. Karena itu, meragukan-Nya hanya karena keinginan kecil tidak terpenuhi adalah sikap yang keliru. Kristus bangkit dari kuasa maut, sebab Allah adalah pemilik kehidupan. Maut tidak berkuasa atas-Nya. Kuasa yang sama dinyatakan ketika Yehezkiel melihat tulang-tulang kering dihidupkan kembali. Kuasa itu juga nyata dalam diri Yesus Kristus. Ia membiarkan Lazarus mati beberapa hari, bukan tanpa tujuan. Ia membangkitkannya supaya orang percaya bahwa Ia diutus oleh Allah. Namun dosa membuat manusia ragu dan lebih percaya pada kekuatannya sendiri. Akibatnya, manusia rela menyakiti sesama dan merusak alam. Padahal, Tuhan memanggil kita untuk menghadirkan kehidupan—bukan kematian—bagi dunia ini.