Dari Buta Menjadi Melihat

Allah yang memberikan kepada manusia penglihatan. Dialah yang membukakan mata manusia—bukan hanya secara fisik, namun juga secara rohani. Pada keempat bacaan Alkitab hari ini, kita ditunjukkan bahwa manusia seringkali memberikan penilaian secara lahiriah, sementara Allah mampu melihat jauh ke dalam lubuk hati manusia. Allah bahkan mampu membawa orang yang hatinya gelap menuju kepada terang.

Apa yang bisa dilihat manusia dalam diri Saul? Perawakannya gagah dan cocok menjadi seorang raja. Namun TUHAN melihat hati. Manusia memandang rendah Daud yang secara postur tidak cocok menjadi seorang raja, namun TUHAN melihat hatinya.

Demikianlah kemudian Daud berefleksi tentang hidupnya. Daud merasakan penyertaan Tuhan sungguh nyata. Dia tidak takut saat melewati lembah kelam karena dia tahu bahwa TUHAN yang memimpinnya. Daud percaya, bahwa saat TUHAN akan memimpin umat-Nya menuju kepada terang kehidupan.

Sejalan dengan kisah Tuhan Yesus membuat mata orang yang buta sejak lahir kembali melihat, Paulus juga mengajak kita untuk mengingat bahwa kita dahulu juga dalam kegelapan karena dosa. Dosa membuat manusia hidup dalam kegelapan, tanpa pengharapan. Namun Kristus menyingkapkan segala yang tersembunyi dan membangunkan manusia dari kehidupan yang dipenuhi kegelapan. Bersediakah kita hidup dalam terang bersama-Nya?