Kesehajaan Bukan Keserakahan
Hidup berkecukupan tidak selalu mudah. Kita sering dicobai oleh berbagai keinginan, baik yang muncul dari diri sendiri maupun dari iri hati. Jika hidup dipandu oleh keinginan, kita mudah jatuh dalam keserakahan. Karena itu, Tuhan Yesus menunjukkan bagaimana manusia seharusnya hidup.
Saat berpuasa, Tuhan Yesus lapar. Iblis mencobai-Nya untuk mengubah batu menjadi roti. Namun, Tuhan Yesus tidak dikuasai oleh keinginan, melainkan oleh ketaatan kepada Bapa. Ia menolak, meskipun Ia mampu melakukannya.
Tuhan Yesus juga memiliki kuasa atas segala sesuatu. Malaikat tunduk kepada-Nya. Namun, Ia tidak menggunakan kuasa-Nya untuk kepentingan diri sendiri. Ia hidup untuk melayani dan tetap setia pada kehendak Bapa.
Bahkan ketika ditawari kekayaan dan kuasa, Tuhan Yesus tetap teguh pada misi-Nya. Ia memilih ketaatan, bukan kepuasan diri. Melalui teladan-Nya, kita belajar bahwa hidup yang berkenan kepada Tuhan adalah hidup yang dipimpin oleh ketaatan, bukan oleh keinginan.
Ketaatan kepada Tuhan memberi kekuatan untuk tetap setia, bahkan di tengah pencobaan, itulah kesahajaan yang Tuhan Yesus contohkan.