Dari Sungai Yordan Ke Dunia Yang Gentar
Sebuah toko susu di salah satu kabupaten di Jawa Barat diserbu ribuan pelamar kerja. Mayoritas dari mereka adalah lulusan SMA yang berlomba-lomba untuk diterima, meskipun hanya tersedia empat puluh lowongan. Peristiwa ini menggambarkan betapa sulitnya memperoleh pekerjaan pada masa kini.
Pada saat yang sama, kecemasan juga menyelimuti masyarakat yang tinggal di daerah lereng gunung. Peristiwa bencana di Sumatera Barat dan Aceh meninggalkan trauma yang mendalam, bukan hanya bagi para korban, tetapi juga bagi mereka yang menyaksikan dan mendengar kabar tersebut. Dunia seakan dipenuhi oleh ketidakpastian dan rasa takut.
Dalam situasi seperti inilah kita merayakan Minggu Pembaptisan Tuhan Yesus Kristus. Pada masa Yohanes Pembaptis, pembaptisan merupakan tanda penyucian, sebagaimana dilakukan para imam sebelum memulai pelayanan mereka sebagai wakil umat di hadapan Allah. Ketika Yesus dibaptis, Ia menyatakan solidaritas-Nya dengan manusia yang akan ditebus dan diselamatkan-Nya. Ia menjadi sama dengan manusia dalam segala hal, kecuali dosa.
Pembaptisan Yesus merupakan tanda nyata intervensi Allah dalam kehidupan manusia. Allah tidak tinggal diam. Ia melawat dunia melalui Yesus Kristus dan menghadirkan Roh Kudus yang menyertai serta menguatkan umat-Nya dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup.