Iman Selalu Punya Pertanyaan
Saat pergumulan menghampiri kita, kita berharap agar di dalam pergumulan itu kita tetap hidup dalam iman. Namun dalam upaya mempertahankan iman, tidak jarang pertanyaan-pertanyaan melintas di benak kita; Apakah aku bisa melalui? Apakah Tuhan selalu menyertai? Apakah Tuhan berkuasa? Dan juga banyak pertanyaan yang lain lagi. Pertanyaan adalah bagian penting dalam kehidupan yang akan mengantar kita pada sebuah iman yang kuat, iman yang teguh dan tidak mudah runtuh.
Demikian juga nabi Yesaya yang bertanya kepada Tuhan tentang Israel; Apakah Tuhan masih bekerja? Apakah benar bahwa pemulihan akan terjadi? Pemazmur, juga bertanya kepada Tuhan; Mengapa masih ada penderitaan, mengapa ada banyak orang tertindas, lapar, asing, janda dan yatim? Di dalam Surat Yakobus, kita juga menangkap sebuah pertanyaan dari umat yang lelah dan bertanya tentang kondisi hidup mereka; Kapan Tuhan akan menolong? Demikian juga Yohanes Pembaptis juga mengajukan pertanyaan kepada Tuhan Yesus; Apakah benar Engkau adalah Mesias yang ditunggu?. Respon Tuhan Yesus adalah respon Allah terhadap seluruh pertanyaan umat manusia. Tuhan Yesus tidak marah kepada Yohanes Pembaptis. Ia justru menunjukan karya nyata; orang buta melihat, lumpuh berjalan, dan kabar baik diberitakan kepada seluruh umat manusia.
Iman bukan selalu dalam sebuah keyakinan tanpa keraguan. Pertanyaan adalah bagian dari perjalanan iman, terutama saat kita berada dalam ‘padang gurun’ kehidupan. Tuhan tidak menolak dan marah pada umat yang bertanya. Dia berjanji akan terus menyertai umat yang dikasihiNya. Kitapun mungkin memiliki pertanyaan dalam hidup kita. Kiranya pertanyaan kita selalu membuat kita dekat dengan Tuhan Yesus dan selalu melibatkan-Nya dalam tiap pergumulan kehidupan kita sampai suatu ketika nanti kita menjumpai jawaban Tuhan atas pertanyaan-pertanyaan kita.