Menggereja Dengan Gembira

Bisa datang ke gereja, bisa melayani, bisa memberikan tenaga, waktu, dan materi bukanlah sebuah pencapaian yang dihasilkan oleh kemampuan kita sebagai manusia. Tuhan itu maha Kudus, maka siapa yang tidak kudus, tidak boleh datang kepadaNya, pertanyaannya, adakah manusia yang benar- benar kudus? Dia yang Maha Kudus juga hanya pantas dilayani oleh yang kudus, apakah kita kudus? Bagaimana dengan apa yang kita berikan, materi yang kita berikan, apakah kita bawa dengan hati yang kudus, apakah kita dapatkan dengan cara yang kudus? Jika demikian tidak kudusnya hidup kita di hadapan Tuhan, maka ketika kita tetap bisa datang ke gereja, melayani, dan memberikan sesuatu bagi Tuhan, itu semua adalah karena seluruh hidup kita telah dikuduskan oleh Tuhan.

Menggereja dengan gembira adalah ajakan bagi kita untuk terus mau datang ke hadirat Tuhan dengan penuh kegembiraan, karena kita yang tidak layak datang kepadaNya sudah dilayakanNya. Dosa kita telah ditebus olehNya, ketidak sempurnaan kita telah digenapiNya. Kegembiraan hidup bergereja bukanlah kegembiraan sesaat saja. Namun kegembiraan yang harus terus ada dan terus melekat di situasi apapun, dalam kondisi apapun. Oleh karena itu surat Paulus, Silvanus, dan Timotius kepada jemaat di Tesalonika pasal 4:16-18 memberikan sebuah penegasan bagi jemaat.

Paulus, Silvanus, dan Timotius menegaskan bahwa untuk bisa hidup menggereja dengan gembira, diperlukan kekonsistenan, dalam hal apa saja? Pertama, seseorang harus dipenuhi dengan sukacita. Sukacita yang dimiliki mesti berasal dari dalam hati sehingga tidak hilang saat situasi tidak menggembirakan. Kedua, doa, menggereja dengan gembira bisa dicapai jika seseorang terus menggantungkan hidupnya kepada Tuhan. Tetap berdoa dalam kondisi-kondisi yang sulit tidaklah mudah. Namun dengan tetap berdoa dalam segala kondisi, maka kesulitan-kesulitan hidup bisa dilalui dengan kekuatan Allah. Ketiga, mengucap syukur, orang yang paling berbahagia bukanlah orang yang memiliki banyak uang, namun orang yang mampu mensyukuri apa yang dimiliki pada saat ini. Tanpa ucapan syukur, uang, harta, kesehatan, keluarga sebaik apapun tidak akan mendatangkan kegembiraan, namun dengan ucapan syukur, maka sesederhana apapun hidup kita akan selalu mendatangkan kegembiraan. Bersukacita senantiasa, tetap berdoa, mengucapsyukur dalam segala hal, itu kunci hidup menggereja dengan gembira.